Sabtu, 22 Desember 2012

Spot Mancing di Sepanjang Pantai Cicaladi sampai Ujung Genteng

1. SOLOKAN SAAT dekat vila Amanda Ratu, Muara Cikarang.
    Spot ini merupakan cekungan pantai yg menjorok ke darat. Di spot ini ketika musim hujan banyak sekali ikan yg oleh warga lokal disebut COLOMOTOK dan TIGAWAJA. Jenis ikan ini bergerembol dengan ukuran sebesar 2 jari sampai setengah kiloan, untuk Tigawaja besarnya bisa mencapai 1 kilo lebih. Ikan ini hanya bisa ditemui/muncul ketika awal musim hujan di saat air laut keruh. Pada awal musim hujan para pemancing suka ketiban rezeki jenis ikan ini, karena jumlah yang mereka dapatkan dari hasil memancing jenis ikan ini bisa sampai belasan kilo. Umpannya hanya udang. 
Berjalan sedikit ke depan mendekati bibir pantai (di sini fotonya belum saya upload) ketika memasuki pertengahan musim hujan di mana air laut keruh sekali maka akan ditemukan jenis ikan yang warga setempat menyebutnya KADUKANG, juga bergerombol dengan jumlah yang sangat banyak, ukurannya bisa mencapai 4 jari sampai 6 kilo, umpannya udang, kecoa, kelabang, cicak, cacing, karena ini jenis ikan predator. Memancing pada malam hari sangat dianjurkan karena ukuran Kadukang yang besar biasanya mudah didapat pada malam hari.  Ikan PARI juga akan mudah dijumpai di spot ini pada musim hujan dengan ukuran 1 kilo-5kilo. Untuk pemancing yang menggunakan joran panjang+reel bisa casting jauh ke tengah karena biasanya ada banyak ikan KORO dengan ukuran setengah kilo-3 kilo. 
     Untuk musim kemarau di spot ini nyaris jarang sekali ada yang memancing karena jarang ada ikannya kecuali kalau sedang mujur bisa mendapat ikan TENGKEK atau Baby GT.
Kesimpulannya di Solokansaat hanya Colomontok dan Tigawaja saja yg menjadi primadona karena saking banyaknya kedua jenis ikan tersebut dan anak kecil juga bisa dengan mudah mendapatkan ikan ini, oleh sebab itu banyak para pemancing membawa keluarga mereka memancing.  
-. Lokasi: laut yg menjorok ke darat sekitar 100 meter, bentuk cekung, pinggirannya karang, dasarnya pasir jd kail jarang nyangkut.
-. Mayoritas keberadaan Ikan: Colomontok 35%, Tigawaja 25%, Kadukang 20%, Pari 10%, Koro 10%

2. GEBLUGAN, sebelah selatan Solokansaat
     Di spot ini primadonanya adalah ikan CECELUS (sebutan warga lokal) karena banyak sekali jumlahnya, ukurannya paling besar sebesar pergelangan tangan orang dewasa, apalagi pada musim hujan, musim kemarau juga ada tpi tidak terlalu banyak, juga ikan KORO, di spot ini ikan Koro berada di pinggir dekat ke karang, jadi tidak perlu casting jauh, cuma ukurannya kecil kira-kira sebesar pergelangan tangan orang dewasa.  Pada malam hari di spot ini banyak pemancing hunting ikan MILI, kalau lagi beruntung bisa mencapai belasan kilo per ekor, tapi tak jarang juga pulang dengan tangan kosong. TENGKEK dan CEMANG juga sering mampir ke spot ini.
-. Lokasi: karang halus ditutupi rerumputan, tebing, joran panjang lebih cocok untuk spot ini.
-. Ikan: Cecelus merajai 
3. PAMUNGUAN
Tidak jauh dari Geblugan kira kira 100 meter, ada spot mancing dengan pemandangan yg sangat indah namanya Pamunguan, tebing tinggi dengan karang ditutupi rumput halus sungguh nyaman sekali duduk sambil memegang joran. Jenis ikan di sini sama dengan yg ada di Geblugan, tetapi tidak ada ikan MILI karena tekstur dasar lautnya hamparan pasir. Jika air laut keruh Bawal putih, orang lokal menyebutnya LOANG sering mampir ke spot ini di sisi-sisi karang mencari kepiting, jadi tidak perlu casting jauh. Repotnya kalau umpan disambar Loang ukuran 1 kilo ke atas akan susah sekali menarik ikan ke atas karena tebingnya tinggi.  Ketika musim hujan CECELUS melimpah ruah di spot ini, pemancing yg ahli bisa mencapai belasan kilo banyaknya, karena ikan ini bergerombol. kenapa saya katakan ahli karena ada trik khusus supaya bisa menang dalam jumlah banyak, nanti saya bahas trik nya di posting berikutnya. Ini foto saya ketika hunting Cecelus heheheh, itu sekitar 1 jam mancingnya dari jam 1-2 siang, istirahat setengah jam, jam stengah 3 start lagi sampai jam 4, dapat 7 kilo lumayan. Saya bukan pemancing kelas 'atas' seperti Para Mancing Mania yg di TV, hanya mancing di pinggir pantai dengan ikan yg tidak populer hahahhaah.


4. Muara Cikarang (Vila Amanda Ratu)
    Ini nih spot pemancing Ikan Kiper...Ikan Kiper di sini bisa mencapai 1 kilo per ekor, setiap hari para pemancing Kiper pada nongkrong di sini, jumlahnya banyak seolah tidak pernah habis, tetapi kemunculannya hanya ketika awal musim hujan di saat air berganti dari keruh ke jernih, nah pada saat jernih ini ikan Kiper muncul tetapi hanya di satu titik, dalam arti meskipun lokasinya luas tetapi hanya di satu titik saja Kiper ini berada.  jadi jangan heran kalau dalam satu titik lokasi mencapai puluhan pemancing. Lucunya bisa sampai berdesak-desakan dan sering pula tali kenur sesama pemancing saling kait mengait hahahha. Orang lain sibuk narik Kiper yg lain sibuk berbenah membetulkan tali yg saling beradu. Saya tidak sempat memfoto ketika ramai karena sibuk berlomba dengan para pemancing lain. Itu foto saya ketika mancing di Muara Cikarang pada musim kemarau, gada satupun ikan yg naik, malah menghabiskan rokok saja.

Kiper ini di daerah saya umpannya sejenis serangga, orang sini menyebtnya SIRARU, Bahasa Indonesianya LARON untuk mendapatkan Siraru/Laron harus menggali gundukan tanah yg menjadi sarangnya. Kadang ada Laronnya kadang dalam satu gundukan sarang tak ditemui seekor Laron pun. Susah susah gampang mencarinya. Pakai udang juga bisa cuma telat makannya berbeda dengan menunakan Laron, sekali casting langsung ulur lagi karena sudah disambar. Kalau pakai udang ibaratnya 1 banding 5. Pernah saya pakai umpan udang karena tdk ada umpan Laron, ujung-ujungnya keki sendiri, jadi penonton saja meihat orang sibuk ngangkatin Kiper non stop. Ini  foto ketika saya pulang mancing Kiper menggunakan umpan Laron. Ukuran kail yg digunakan cukup kecil nomer 5 mengggunakan kail merk Carbon. Trik mancing ikan Kiper bisa dibaca di sini
Di Muara Cikarang ini ketika musim hujan dengan kondisi air keruh akan ada banyak sekali COLOMONTOK, cuma di sini tidak ada TIGAWAJA seperti di Solokansaat, hanya colomontok dan biasanya Ikan Singreng, ikan sebesar 3-5 jari. Tali yg digunakan lebih mantap menggunakan yg kecil ukuran 8-10 lbs, bisa menggunakan joran buat di kolam, lebih mantap joran yg panjang supaya ketika air surut bisa casting jauh, kenapa harus jauh, karena posisi Colomontok berada di tengah  ketika sedang surut. Ini adalah ikan Colomontok di Muara Cikarang


5. Sedongparat, Cijoho

Ini dia spot mancing favorit saya, di sini ada banyak jenis ikan seperti Gagaron, Baby GT, Cecelus, Koro, Mili, Tigawaja, Kadukang, Sumbilang (sejenis lele), Pari, Loang/bawal putih, Tongkol ukuran belasan kilo juga sering mampir. Namun untuk mengundang semua jenis ikan itu supaya kumpul ya itu tadi harus musim hujan, mungkin berbeda kalau di daerah Anda. Di daerah saya ikan akan banyak melimpah ketika sedang musim hujan dan musim hujan adalah berkah bagi para pemancing rockcasting dan surfcasting asal kondisi laut tidak berangin dan tidak kotor oleh sampah pohon dan daun.

Yang mendominasi di Sedongparat yaitu Ikan Gagaron (saya tidak tau sebutan umumnya, Gagaron istilah yg digunakan oleh warga sini). Kalau musim hujan ukuran Gagaron yg naik mencapai setengah kilo-1,5 kilo/ekor, tidak tanggung-tanggung sekali mancing pemancing bisa mendapat 10 kilo Gagaron. Di daerah saya ikan akan sering strike pada saat air menuju pasang dan menuju surut, hampir tidak ada waktu untuk istirahat merokok sejenak, saking seringnya strike. Pemancing di Sedongparat sering gagal ketika strike Tongkol karena mereka biasa menggunakan tali 15-20lbs dengan sasaran Gagaron, Cecelus, Tengkek dan Koro. Kenapa mereka tidak menggunakan tali besar karena Tongkol super besar tidak bisa diduga kedatangannya, prinsipnya mereka lebih memilih mancing Ikan ukuran 5 kilo ke bawah karena sering strike daripada yg besar tapi telat strike. Untuk menyiasati Ikan ukuran Big mereka sering memasang 'Teger' yaitu istilah memancing tanpa joran, ukuran tali dan kail besar dan tidak dicasting tetapi dibawa  ke tengah laut oleh pencari Lobster yg berenang menggunakn Ban dalaman mobil. Si pemancing berdiri di pinggir pantai sambil memegang tali, baru setelah posisi dirasa cukup jauh ke tengah laut maka kail yg sudah dikasih umpan Gurita akan ditenggelamkan. Pemberat nya pun menggunakan batu sebesar kepala orng dewasa. Dan itu sering berhasil mengangangkat GT monster atau Tongkol Kue ukuran puluhan kilo.Namun mancing Teger jarang dilakukan karena tali Teger yang membentang ke tengah laut sring menggangu pemancing lain yg memancing dengan cara biasa.

Medan yg harus dilalui menju spot ini cukup sulit karena jalannya masih tanah biasa di mana ketika musim hujan akan becek dan berlumpur, motor pun harus menggunkan offroad, mobil tidak bisa masuk ke lokasi ini, dari jalan raya pun cukup jauh. Biasanya saya suka menyimpan motor sya di rumah penduduk di dekat jalan raya, menuju lokasi dengan berjalan kaki, cape sedikit tidak apa-apa dibanding banyaknya hasil yg akan didapat nanti. Mancing malam hari di lokasi ini sangat dianjurkan sekali karena Ikan Mili dan Kadukang super besar biasa "ngangkat" (istilah lokal untuk ikan yg berhasil didapat). Apalagi di saat bulan sedang terang persiapkan saja fisik karena Ikan Gagaron akan menyerbu tanpa henti asalkan kondisi laut sedang bagus dan tidak kotor dengan sampah-sampah pohon dan daun. Foto Ikan Tengkek di Sedongparat. Saya tidak punya banyak foto moment moment strike karena tadinya tidak berniat membuat blog pribadi, setelah saya membuat blog ini baru deh kepikiran untuk upload sekedar untuk berbagi kesenangan antar sesama penghobi mancing hehehe. Insyaallah ke depan akan diperbanyak fotonya. 
Ini adalah jenis ikan Cecelus ketika mancing pada musim kemarau
6. Cibuaya, Ujung Genteng
Spot ini menjadi primadonanya para pemancing Ikan Baronangdan  Kawan,  (jenis ikan kakatua pemakan tumbuhan tpi juga suka dengan udan-udang kecil)....Kalau pada bahasan di atas saya menyebutkan bahwa musim hujan adalah favorit para mancing mania, tetapi di Cibuaya ini justru sebaliknya kemarau adalah musim terbaik mereka, kenapa karena pada musim kemarau Baronang dan Kawan sering muncul melimpah di tempat ini.  Dan uniknya lagi para pemancing Baronang dan Kawan lebih menyukai kondisi laut yg tengah jelek (ombaknya besar, airnya goyang)  mungkin kedua jenis ikan tersebut mencari perlindungan jadi banyak ditemukan di cekungan-cekungan pantai ketika air tengah jelek. Kedua jenis ikan ini umpannya sejenis rumput laut, ada tiga jenis rumput laut yg digunakan yaitu "Bulu doma, Saribubu, (nama lokal saya tidak tau nama ilmiahnya) yg ketiga saya lupa namanya yaitu umpan untuk mancing Baronang warnanya hijau. Ketiga jenis rumput laut ini  bisa diperoleh di pantai yg tidak terlalu dalam ketika laut sedang surut, nanti akan saya upload jenis rumputnya.  Jarang sekali orang memancing Baronang karena sulit masang umpannya.  Cara memasangnya rumput digulung lalu diikat tali kail, posisi kail harus berada diujung/pucuk rumput, tidak boleh terlalu ketat karena akan hancur dan putus dan tidak boleh terlalu longgar karena akan lepas oleh air. Saya juga belajar berhari hari baru bisa. Strike Baronang dan Kawan luar biasa tenaganya di tambah kondisi air laut yg goyang membuat tenaganya super dahsyat. Di Cibuaya Ukuran kedua jenis ikan ini biasanya setengah kilo sampai  4 kilo.
Selain kedua jenis ikan ini ada juga ikan lain yg sering digemari para mancing mania di Cibuaya yaitu Ikan Tambalan, warna kuning, putih ada bintik/spot hitam di dekat ekornya, ukurannya 3 jari sampai satu kilo. Memancing di Cibuaya harus benar-benar extra konsentrasi karena pada musim liburan ada banyak sekali wisatawan jalan-jalan di sepanjang pantai Cibuaya, apalagi kalau sudah ada bule dengan bikininya hahahah dijamin mancing gakan konsen.
Ikan Tambalan (nama lokal)
Dua jenis Baronang di Cibuaya

     Sebenarnya ada banyak sekali spot mancing yg belum bisa saya tulis karena saya masih sibuk dengan kegiatan lain dan belum saya foto lokasinya.  Insyaalah nanti saya lengkapi.

0 komentar:

Poskan Komentar

Designed by WillanAyo ke Ujung GentengAyo ke Ujung Genteng